ACC Mengelola Tambak Riset Kelompok Samaturu’, Takalar

Pada Senin, 11 Desember 2017, Aquaculture Celebes Community (ACC) melakukan penandatanganan perjanjian gadai tambak salah satu anggota Kelompok Samaturu’ untuk dijadikan tambak penelitian dan pengembangan budidaya gracilaria serta polikulture dengan bandeng dan udang windu. Hasil penelitian ini akan dimanfaatkan oleh anggota kelompok Samaturu’, kelompok binaan program akuakultur WWF-Indonesia, yang lokasi tambaknya berada di sekitar tambak riset, yaitu di Kelurahan Takalar Lama, Kec. Mappakasungguh, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Penandatangan perjanjian gadai tambak antara ACC dengan Arifuddin Dg. Mangung.

Tambak yang luasnya kurang lebih dua hektar dan terletak di samping muara sungai ini resmi dikelola pada Januari 2018 dengan masa perjanjian selama lima tahun ke depan. Untuk tahun pertama, pengelolaan tambak menyesuaikan dengan panduan budidaya gracilaria yang baik yang disusun oleh tim akuakultur WWF-Indonesia. Dimulai dengan perbaikan infrastruktur pematang dan saluran air, persiapan lahan tambak melalui pengeringan dan pencucian tambak, penggunaan bibit yang terbukti berkualitas baik yang ditunjukkan oleh hasil laboratorium, pemeliharaan bibit dengan pengelolaan air berdasarkan kandungan unsur hara perairan tambak melalui penggunaan pupuk secara seimbang, pencatatan pertumbuhan rumput laut secara berkala, penerapan panen yang baik untuk meminimalisir kotoran, serta penggunaan plastic UV untuk mempercepat proses pengeringan rumput laut. Tahun ke dua hingga tahun ke lima adalah pengembangan riset tahun pertama.

Tambak ini pun didesain untuk melakukan riset sederhana mengenai kualitas bibit melalui seleksi varietas, dan berencana akan mensuplai-menawarkan bibit terbaik kepada anggota kelompok yang lain. Sehingga, dengan bibit yang baik serta pengelolaan yang benar, kualitas rumput laut yang dihasilkan menjadi lebih baik. Jika kualitas rumput laut baik, maka para petambak melalui kelompok dapat melakukan tawar menawar harga dengan para pengumpul ataupun perusahaan rumput laut.

Tambak riset ACC seluas dua hektar.

Tambak yang akan dikelola bersama oleh pemilik tambak, dalam hal ini Arifuddin Dg. Mangung ini ke depan akan menerapkan sistem budidaya silvofishery, dengan penanaman mangrove di saluran air, pinggir pematang, dan dalam tambak. Sudah terdapat rumpun nipah dalam tambak, selain itu Dg. Mangung sudah menyiapkan bibit mangrove yang akan ditanam di pematang tambak. Dg. Mangung bersama para petambak Kelompok Samaturu’ telah memiliki kesadaran untuk menanam mangrove di sekitar tambak gracilaria mereka. Dg. Timung bahkan telah menanam mangrove di dalam tambaknya, sedangkan Dg. Tunru mulai menanam mangrove di sekitar muara sungai yang dekat dengan tambak miliknya. Para petambak mengakui bahwa keberadaan mangrove berpengaruh terhadap perbaikan kualitas pertumbuhan rumput laut.

Tambak yang dikelola oleh ACC ini pun akan berkontribusi kepada ekonomi kelompok, dalam bentuk persentasi hasil panen sebesar 5 % akan disumbangkan ke kelompok Samaturu’. Hal ini untuk mendorong petambak-petambak lainnya untuk menyumbangkan sebagian dari hasil panen untuk keuangan kelompok. Dana kelompok akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku produksi, pengembangan pengelolaan hasil perikanan berupa bandeng, serta untuk keperluan dana sosial kelompok.

Dengan begitu, pengelolaan tambak ini harapannya berperan untuk menguatkan visi budidaya, visi lingkungan, visi sosial, dan visi ekonomi Aquaculture Celebes Community.

Idham Malik

No Response

Leave a reply "ACC Mengelola Tambak Riset Kelompok Samaturu’, Takalar"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.